Senin, 14 April 2014

makalah mppm

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
            Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapaitujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar melakukan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
            Harapan yang tidak pernah sirna dan selalu guru tuntut adalah bagaimana bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dikuasai anak didik secaratuntas. Ini merupakan masalah yang cukupsulit yang dirasakan oleh guru. Kesulitan itu dikarenakan anak didik bukan hanya sebagai individu dengansegala keunikannya, tetapi mereka juga sebagai makhluk social dengan latar belakang yang berbeda. Paling sedikit ada tiga aspek yang membedakan anak didik satu dengan yang lainnya, yaitu aspek intelektual, psikologis, dan biologis.
            Ketiga aspek tersebut diakui sebagai akar permasalahan yang melahirkan bervariasinya sikap dan tingkah lakuanakdidik disekolah. Halitu pula yang menjadikan berat tugas guru dalam menglola kelas dengan baik. Keluhan-keluhan guru sering terlontar hanya karena masalah sukarnya mengelola kelas. Akibat kegagalan guru mengelola kelas,tujan pengajaran pun sukar untuk dicapai. Hal ini kiranya tidak perllu terjadi, karena usaha yang dapat dilakukanmasih terbuka lebar. Salah satu caranya adalah dengan meminimalkanjumlah anak didik di kelas.
            Mengaplakasikan beberapa prinsip pengelolaan kelas. Kelasadalah upaya lain yang tidak bisa diabaikkan begitu saja. Pendekatan terpilih mutlak dilakukan guna mendukung pengelolaan kelas. Disamping itu juga, perlu memanfatkan beberapa media pendidikan yang telah ada dan mengupayakan pengadaan media pendidikan baru demi terwujudnya tujuan bersama.


1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah:
1.                  Apa pengertian karakteristik media pembelajaran?
2.                  Apa saja karakteristik media pembelajaran?
3.                  Bagaimana penerapan karakteristik media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar?

1.3              Tujuan
            Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas, maka tujuan pembuatan makalah ini adalah:
1.                  Untuk mengetahui pengertian karakteristik media pembelajaran
2.                  Untuk mengetahui karakteristik media pembelajaran
3.                  Untuk mengetahui penggunaan karakteristik media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar









BAB II
TEORI

2.1        Pengertian Karakteristik Media Pembelajaran
            Secara etimologis, istilah karakteristik tafsir merupakan susunan dua kata yang terdiri dari kata; karakteristik dan tafsir. Istilah karakteristik diambil dari bahasa Inggris yakni characteristic, yang artinya mengandung sifat khas. Ia mengungkapkan sifat-sifat yang khas dari sesuatu. Dalam kamus lengkap psikologi karya Chaplin, dijelaskan bahwa karakteristik merupakan sinonim dari kata karakter, watak, dan sifat yang memiliki pengertian di antaranya:
1                    Suatu kualitas atau sifat yang tetap terus-menerus dan kekal yang dapat dijadikan cirri untuk mengidentifikasikan seorang pribadi, suatu objek, suatu kejadian.
2                    Intergrasi atau sintese dari sifat-sifat individual dalam bentuk suatu untas atau kesatuan.
3                    Kepribadian seeorang, dipertimbangkan dari titik pandangan etis atau moral.
            Jadi di antara pengertian-pengertian di atas sebagaimana yang telah dikemukakan oleh Chaplin, dapat disimpulkan bahwa karakteristik itu adalah suatu sifat yang khas, yang melekat pada seseorang atau suatu objek.
            Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya (Briggs, 1977). Kemudian menurut National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
            Menurut salah seorang ahli yaitu Kempt, dia mengemukakan bahwa karkteristik media merupakan dasar dari pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Klasifikasi media dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. Ada beberapa karakteristik media pembelajarn menurut para ahli, diantaranya adalah karakteristik media pembelajaran menurut Arief S. Sudiman dkk dan karakteristik media pembelajaran menurut Gerlach dan Ely.
2.2       Karakteristik Media Pembelajaran Menurut Arief S. Sudiman dkk
            Usaha pegklasifikasian di atas mengungkapkan karakteristik atau ciri-ciri khas suatu media berbeda menurut tujuan atau maksud pengelompokkannya. Dari contoh pengelompokan oleh Schramm, kita dapat melihat media menurut karakteristik ekonomisnya, lingkup sasarannya yang dapat diliput, dan kemudian kontrol pemakai. Karakteristi media juga dapat dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, maupun penciuman, atau kesesuaiannya, dengan tingkatan hierarki belajar seperti yang digarap oleh Gagne, dan sebagainya. Karakteristik media ini sebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu. Dia mengatakan “ the question of what media attributes are necessary for a given learning situation becomes the basis for media selecation”. Jadi klasifikasi media, karakteristik media dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran.
            Untuk tujuan-tujuan praktis, dibawah ini yang akan dibahas karaktristik beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia.
1.                  Media Grafis
            Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerimaan pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indra penlihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.
            Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus grafik brfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menhiasi fakta yang munkin akan capat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
            Selain sederhana dan mudah pembuatannya media grafis termasuk media yang relative murah ditinjau dari segi biayanya. Banyak jenis media grafis, beberapa di antaranya akan kita bicarakan dalam bahasan di bawah ini.
a.                   Gambar/Foto
            Di antara media pendidikan, gamabar/foto adalah media yang paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat mengerti dan dinikmati di mana-mana. Oleh karena itu, pepatah cina    yang mengatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak daripada seribu kata.
            Beberapa kelebihan media gambar foto yang lain dijelaskan di bawah ini.
1)                  Sifat konkret; Gambar/Foto lebih realistis menunjukan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.
2)                  Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat di bawa ke kelas, dan tidak selalu bisa anak-anak dibawa ke objek/peristiwa tersebut. Gambar atau foto dapat mengatasi hal tersebut. Air terjun Niagara atau danau toba dapat disajikan ke kelas lewat gambar atau foto. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, kemarin, atau bahkan semenit yang lalu kadang-kadang tak dapat kita lihat seperti apa adanya. Gambar atau foto amat bermanfaat dalam hal ini.
3)                  Media gambar/foto dapat mengatasi ketrbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar atau foto.
4)                  Foto dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
5)                  Foto harganya murah dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memperlukan peralatan khusus.
            Selain kelebihan-kelebihan tersebut, gambar/foto mempunyai beberapa kelemahan yaitu:
1)                  Gamabr/foto hanya menekankan presepsi indra mata;
2)                  Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran;
3)                  Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
            Bagaimana gambar/foto yang baik sebagai media pendidikan itu? Tentu saja adalah gambar/foto yang cocok dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, ada enam syarat yang perlu dipenuhi oleh gambar/foto yang baik sehingga dapat dijadikan sebagai media pendidikan.
1)                  Autentik. Gambar tersebut harus secara jujur melukiskan situasi seperti kalu orang melihat benda sebenarnya.
2)                  Sederhana. Komposisi gambar hendaknya cukup jelas menunjukan poin-poin pokok dalam gambar.
3)                  Ukuran relatif. Gambar/foto dapat membesarkan atau memperkecil objek/benda sebenarnya. Apabila gambar/foto tersebut tentang benda/objek  yang belum dikenal atau pernah dilihat anak maka sulitlah membayangkan berapa besar benda atau objek tersebut. Untuk menghindari itu hendaknya dalam/foto tersebut terdapat sesuatu yang telah dikenal anak-anak sehingga dapat membantunya membayangkan gamabar. Bandingkanlah kedua gambar di bawah ini. Anak yang belum melihat ikan paus tentulah sulit membayangkan berapa besarkah ikan tersebut. Dengan pertolongan gambar orang dan gajah pada gambar 2.7 dapat dibedakan ukurannya sehingga pesan tersebut semakin jelas.
4)                  Gambar/foto sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan. Gambar yang baik tidaklah menunjukan objek dalam keadaan diam tetapi memperlihatkan aktivitas tertentu.
5)                  Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Walaupun dari segi mutu kurang, gambar/foto karya siswa sendiri sering kali lebih baik.
6)                  Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik, gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
b.                  Sketsa
 Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Karena setiap orang yang normal dapat belajar menggambar, setiap guru yang baik haruslah dapat menuangkan ide-idenya kedalam bentuk seketsa. Sketsa, selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini disebut langsung oleh guru.
Seorang guru dapat menerangkan proses perkembangbiakan kupu-kupu secara lisan/verbal. Kalau mau jelas tentu saja sebaiknya menunjukan benda-benda sebenarnya kupu-kupu, telor, ulat, kepompong, serta proses itu sendiri. Kalau itu tak mungkin, guru bisa menunjukan gambar/fotonya. Tetapi itu memerlukan waktu dan biaya.
Sketsa dapat dibuat secara cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut.
c.                   Diagram
             
            Sebagai suatu gambar sederhana yang menggunakan gari-garis dan simbol-simbol, digram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara gartis besar. Dengan menunjukan hubungan yang ada antara komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ. Diagram pada umumnya berisi petunjuk-petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan. Beberapa cari diagram yang perlu diketahui adalah:
1)                  Digram bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang-kadang sulit dimengerti;
2)                  Untuk dapat membaca diagram seseorang harus mempunyai latar belakang tentang apa yang didiagramkan;
3)                  Walaupun sulit dimengerti, karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas arti.
            Kalau kita membeli pesawat radio atau pesawat televisi biasanya disertai diagram yang menjelaskan secara garis besar cara kerja atau cara menggunakan pesawat tersebut, denah rumah adalah contoh yang lain dari diagram. Pada denah tersebut dapat kita lihat berapa ukuran rumah, jumlah kamar, susunan kamar-kamarnya, letak pintu, jendela perabot-perabot rumah tersebut. Diagram yang baik sebagai media pendidikan adalah yang:
1)                  Benar, digambar api, diberi titel, label dan penjelasan-penjelasan yang perlu;
2)                  Cukup besar dan ditempatkan secara setrategis; dan
3)                  Penyusunannya disesuaikan dengan pola membaca yang umum yaitu dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.
d.                  Bagan/Chart
Seperti halnya media grafis yang lain, bagan atau chart termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan butir-butir penting dari suatu prestasi.
Pesan yang akan disampaikan biasanya berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan penting. Di dalam bagan sering kali kita jumpai jenismedia grafis yang lain, seperti gambar, diagram, kartun, atau lambang-lambang verbal.
Sebagai media yang baik, bagan haruslah:
1)                  Dapat dimengerti anak;
2)                  Sederhana dan lugas, tidak rumit atau berbelit-belit;
3)                  Diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap termasa ( up to date ) juga tak kehilangan daya tarik.
            Berapa jenis bagan/chart secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua yaitu chart yang menyajikan pesan secara bertahap dan chart yang menyajikan pesannya sekaligus.
            Sering kali siswa bingung bila dihadapkan pada data yang banyak sekaligus. Oleh karena itu, guru hendaknya memakai chart yang dapat menyajikan pesan secara bertahap. Chart yang bersifat menunda menyampaikan pesan ini antara lain, bagan balikan (flip chart) dan bagan tertutup (hiden chart).
            Bagan tertutup (hiden chart) disebut juga strip charts. Pesan yang akan dikomunikasikan mula-mula dituangkan ke dalam satu chart. Misalnya saja pesan tersebut berupa jenis chart. Setiap jenis kemudian ditutup dengan potongan kertas yang mudah untuk dilepas. Potongan kertas selain murah juga menarik perhatian.pada saat penyajian satu persatu tutup itu dibuka.
            Berbeda dengan itu, flip chart atau agan balikan menyajikan setiap informasi. Apabila urutan informasi yang akan disajikan tersebut sulit ditunjukan dalam selembar chart, bagan balikan dapat dipakai.
            Bagan-bagan dari pesan tersebut ditulis/dituangkan dalam lembaran tersendiri, kemudian lembaran-lembaran tersebut digabngkan menjadi satu. Penggunaannya tinggal membalik satu per satu sesuai dengan bagan pesan yang akan disajikan.
            Bagan/chart yang dapat menyajikan pesan sekaligus ada beberapa macam, antara lain bagan pohon (tree chart) bagan arus (flow chart), bagan garis waktu (time line chart) dan stream chart.
            Bagan pohon (tree chart) ibarat sebuah pohon yang terdiri dari batang, cabang-cabang dan ranting-ranting. Biasanya bagan pohon dipakai untuk menunjukkan sifat, komposisi atau hubungan antar kelas/keturunan. Silsilah termasuk bagan pohon.
            Bagan arus  (flow chart) menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri tanggung jawab atau hubungan kerja antar berbagai bagian atau seksi suatu organisasi. Tanda panah sering kali untuk menggambarkan arah arus tersebut. Stream chart adalah kebalikan dari bagan pohon. Jika pada bagan pohon dimulai dari satu hal kemudian memecah menjadi berbagai hal/bagian, maka dalam stream chart berbagai hal tersebut pada ujung akhirnya menyimpul atau menuju ke satu hal yang sama. Sesuatu produk dihasilkan dari berbagai bahan mentah bisa saja kita ceriterakan secara verbal.
            Bagan garis waktu (time line chart) bermanfaat untuk menggambarkan hubungan antara peristiwa dan waktu. Pesan-pesan tersebut disajikan dalam bagan secara kronologis. Kalau misalnya kita akan menunjukan kapan sesuatu peristiwa sejarah mulai dan berakhir peristiwa-peristiwa apa yang terjadi lebih dahulu dan peristiwa apa pula yang terjadi kemudian, kita dapat diperjelas dengan menggunakan bagan garis waktu.
e.         Grafik (graphs)
            Sebagai suatu media visual,grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik,garis atau gambar. Untuk melengkapinya seringkali simbol-simbol verbal digunakan juga disitu.
            Fungsi grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan secara objek atau peirstiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Bebeda dengan bagan, grafik disusun berdasarkan prinsip prinsip matematika dan menggunakan data-data komparatif. Beberapa manfaat / kelebihan grafik sebagai media.
1)                  Grafik bermanfaat sekali untuk mempelajari dan megningat data-data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
2)                  Grafik dengan cepat memungkinkan kita mengadakan analisis, interpretasi dan perbandungan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan, dan arah.
3)                  Penyajian data grafik: jelas, cepat, menarik, ringkas, dan logis. Semakin ruwet data yang disajikan semakin baik grafik menampilkannya dalam bentuk statistik yang cepat dan sederhana.
            Sebagai media pendidikan grafik dapat dikatakan baik kalua memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1)                  Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas;
2)                  Hanya menyajikan satu ide setiap grafik;
3)                  Ada jarak/ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya;
4)                  Warna yang digunakan kontras dan harmonis;
5)                  Berjudul dan ringkas;
Ketentuan ini bisa ditambah lagi dengan kriteria-kriteria berikut ini:
6)                  Sederhana (simplicity);
7)                  Mudah dibaca (legibility);
8)                  Praktis, mudah diatur (manageability);
9)                  Mennggambarkan  kenyataan (realisme);
10)              Menarik (attractiveness);
11)              Jelas dan tak memerlukan informasi tambahan (appropiateness);
12)              Teliti (accuracy);
            Ada beberapa macam grafik yang dapat kita gunakan diantaranya adalah grafik garis (line graphs), grafik batang (barge graphs), grafik lingkaran (circle atau pie graphs), dan grafik gambar (pictorial grphs). Penjelasan macam grafik tersebut diuraikan dibawah ini.
1)                  Grafik garis
Description: http://adampriyadi.files.wordpress.com/2013/05/diagram-garis.jpg            Grafik garis atau line graphs termasuk dalam kelompok grafik dua skala, atau dua proses yang dinyatakan dalam garis vertikal dan garis horizontal yang saling bertemu. Baik pada garis horizontal maupun vertikal dicantumkan angka angka yang akan menyampaikan informasi tertentu dari pesan yang akan disajikan. Selain membandingkan dua data grafik garis dapat menunjukan perkembangan dengan jelas penggembarannya bisa menggunakan garis lurus, garis patah, dimulai dari kiri ke kanan, naik, turun atau mendatar.
2)                  Grafik batang
            Description: http://astitirahayui.files.wordpress.com/2012/01/d.pngSeperti hal nya grafik garis, grafik batang juga menggunakan proses vartikal dan horizontal. Grafik jenis ini bermanfaat untuk membandingkan suatu objek, atau peristiwa yang sama dalam waktu yang berbeda, atau menggambarkan berbagai hal/objek yang berbeda tentang suatu yang sama. Kita dapat menghitung beberapa banyak kah buku bacaan yang telah dibaca anak-anak dari perpustakaan. Selain disuruh membaca buku anak anak ditugaskan untuk membuat sinopsisnya. Data ini pun dapat pula kita sajikan dalam grafik batang. Selain perbandingan buku yang telah dibaca oleh siswa grafik ini juga menunjukan perbandingan sinopsis yang telah mereka buat serta perbandingan antara buku yang dibaca dengan sinopsis yang mereka buat.
3)                  Grafik lingkaran (circle graphs atau pie graphs)
Description: Diagram Lingkaran            Grafik ini dimaksud untuk menggambarkan bagian-bagian dari suatu keseluruhan serta perbandingan bagian-bagian tersebut. Berbeda dari ketiga jenis grafik terdahulu, grafik gambar (pictorial graphs) menggunakan simbol-simbol gambar sederhana. Selain dapat menunjukan perbandingan dalam bentuk yang jelas dan singkat grafik gambar udah dibaca karena menggunakan gambar-gambar tersebut.

f.          kartun
            Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan suatu pesan secara cepat dan ringkasatau sesuat sikap terhadap orang, situasi atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuannya besar sekali untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap maupun tingkah laku.
Description: http://primaeducenter.files.wordpress.com/2012/08/belajar-komputer.png            Kartun biasanya hanya menangkap esensi pesan yang harus disampaikan dan menggunaannya dalam gambar sederhana. Kartun tanpa digambar detail dengan menggunakan simbol simbol serta karakter yang mudah dikenal dan dimengerti dengan cepat. Kalau makna kartun mengena, pesan yang besar dapat disajikan secara ringkas dan kesannya akan tahan lama  diingat.
g.                  Poster
Description: http://2.bp.blogspot.com/-6WIG1h82QkE/UJIr8iluM_I/AAAAAAAAAYg/L1L7qgh9v7c/s320/poster+1.jpg            Poster tidak saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan trtentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya. Poster berfungsi untuk mempengaruhi orang-orang membeli produk baru dari suatu perusahaan, untuk mengikuti program keluarga berencana atau untuk menyayangi binatang dapat dituangkan lewat poster.
            Poster dapat dibuat diatas kertas, kain, batang kayu, seng, dan semacamnya. Pemasangannya bisa di kelas, di luar kelas, di pohon, di tepi jalan, dan di majalah. Ukuranya bermacam-maca, tergantung kebutuhan. Namun secara umum, poster yang baik hendaklah:
1)                  Sederhana;
2)                  Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok;
3)                  Berwarna;
4)                  Slogannya ringkas dan jitu;
5)                  Tulisannya jelas;
6)                  Motif dan  disain bervariasi.

h.                  Peta dan Globe
Description: http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/06/peta.jpg            Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi. Secara khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang:
1)                  Keadaan permukaan bumi, daratan, sungai-sungai, gunung-gunung, dan bentuk-bentuk daratan serta perairan lainnya.
2)                  Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain;
3)                  Data-data budaya dan kemasyarakatan seperti populasi atau pola bahasa/adat istiadat; dan
4)                  Data-data ekonomi, seperti hasil pertanian, industri atau perdagangan internasional.
            Selain itu, kelebihan lain dari peta dan globe, dipakai sebagai media dalam kegiatan belajar mengajar adalah:
1)                  Memungkinkan siswa mengerti posisi dari kesatuan politik, daerah kepulauan dan lain-lain;
2)                  Merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis;
3)                  Memungkinkan siswa memperoleh gambaran tentang imigrasi dan distribusi penduduk, tumbuh-tumbuhan dan kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya.
            Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, peta dan globe sangat penting untuk mengkonkretkan pesan-pesan yang abstrak.
i.                    Papan Flanel/Flannel Board
            Papan flanel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dilepas dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain gambar, di kelas-kelas permulaan sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan flanel ini dipakai pul untuk memempelkan huruf dan angka-angka.
            Karena penyajiannya seketika, selain menarik perhatian siswa, penggunaan papan flanel dapat membut sajian lebih efesien.
j.                    Papan Buletin (Bulletin Board)
           
            Berbeda dengan papan flanel, papan buletin ini tidak dilapisi kin flanel tetapi langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu.
            Berbagai jenis media grafis yang diuraikan di depan (gambar, poster, sketsa, diagram, chart) dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin. Selain itu, papan buletin dapat dibuat dari pesan-pesan verbal tertulis seperti karangan-karangan (anak-anak) berita, feature, dan sebagainya.
2.         Media Audio
            Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indra pendengaran. Pesan yang akan di sampaikan dituangkan kedalam lambing-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Ada beberapa media dapat kita kelompokan dalam media audio, antara lain radio, alat perekam pita magnetik, piringan hitam, dan laboratorium bahasa.
a.                   Radio
Sebagai suatu media, radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lain, yaitu :
1)                  Harganya relative murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV;
2)                  Sifatnya mudah dipindahkan. Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu ruang ke ruang lain dengan mudah.
3)                  Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal karena program dapat direkam dan diputar lagi sesuka kita.
4)                  Radio dapat mengembangkan imajinasi anak.
5)                  Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar. Sambil mendengarkan, siswa boleh menggambar, menulis, melihat peta, menyanyi, maupun menari;
6)                  Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya. (terutama ini sangat berguna bagi program sastra atau puisi)
7)                  Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan music dan bahasa.
8)                  Radio dapat mengajarkan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru, antara lain :
a)                  Radio dapat menampilkan kedalam guru-guru yang ahli dalam bidang studi tertentu , sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan guru yang layak untuk mengajar;
b)                  Pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis. Ini mengingat guru-guru kita jarang yang mempunyai waktu dan sumber-sumber untuk mengadakan penelitian dan menambah ilmu, sehingga bisa dibayangkan bagaimana mutu pelajarannya;
c)                  Radio dapat menyajikan laporan-laporan seketika. Pelayanan radio yang sudah maju mempunyai banyak sumber di perpustakaan arsipnya yang siap dipakai;dan
d)                 Siaran-siaran yang aktual dapat memberikan suasana kesegaran pada sebagian besar topik.
e)                  Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tak dapat dikerjakan oleh guru. Dia dapat menyajikan pengelaman-pengalaman dunia luar ke kelas. Kisah petualangan seorang pengembara bisa dituturkan ke kelas-kelas secara langsung lewat radio;
9)                  Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu; jangkauannya luas.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut, sebagai media pendidikan radio mempunyai kelemahan-kelemahan pula, antara lain:
1)                  Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication);
2)                  Biasanya siaran disentralisasikan sehingga guru takda[pat mengontrolnya, dan
3)                  Penjadwalan pembelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sering kali menyulitkan.

b.                  Alat perekam pita magnetic
 
Alat perekam pita magnetik (magnetic tape recording) atau lazim-nya orang menyebutnya tape recording  adalah salah satu media pendidikan  yang tak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah mendapatkannya. Ada dua macam rekaman dalam alat perekam pita magnetik yaitu system full track recording dan double track recording. Beberapa kelebihan alat perekam sebagai media pendidikan di uraikan dibawah ini:
1)                  Alat perekam pita magnentik mempunyai fungsi ganda yang efektif sekali, untuk merekam, menampilkan rekaman dan menghapusnya. Playback dapat segera dilakukan setelah rekaman selesai pada mesin yang sama.
2)                  Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang tanpa mempengaruhi volume.
3)                  Rekaman dapat dihapus secara otomatis dan pitanya bisa dipakai lagi.
4)                  Pita rekaman dapat digunakan sesuai jadwal yang ada. Guru dapat secara langsung mengontrolnya.
5)                  Program kaset dapat menyajikan kegiatan-kegiatan atau hal-hal diluar sekolah. (hasil wawancara atau rekaman-rekaman kegiatan.
6)                  Program kaset bisa menimbulkan berbagai kegiatan (diskusi, dramatisasi dan lain-lain).
7)                  Program kaset memberika efesiensi dalam pembelajaran bahasa (laboratorium bahasa).
Dibandingkan dengan program radio, program kaset mempunyai kelemahan sebagai berikut :
1)                  Daya jangkauannya terbatas. Jika radio sekali disiarkan dapat menyiarkan pendengar yang masal tempat-tempat yang berbeda, program kaset hanya terbatas ditempat program disajikan saja, dan
2)                  Dari segi biaya pengadaannya bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal.

c.                   Laboratorium bahasa
Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan cara menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai adalah alat perekam.
Dalam laboratorium bahasa, murid duduk sendiri-sendiri di dalam kotak bilik akustik dan kotak suara. Siswa mendengar suara guru yang duduk diruang control lewat headphone. Pada saat dia menirukan ucapan guru dia juga mendengar suaranya sendiri lewat headphonenya, sehingga dia bisa membandingkan ucapanya dengan ucapan guru. Dengan demikian dia bisa segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
3.                  Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam (still proyected medium) mempunyai persamaan dengan media grafik dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Selain itu, bahan-bahan grafis banyak sekali dipakai dalam media proyeksi diam. Perbedaan yang jelas diantara mereka adalah pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan pada media proyeksi, pesan tersebut harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran; terlabih dahulu. Adakalanya media jenis ini disertai rekaman audio, tapi adapula yang hanya visual saja.
Beberapa jenis media proyeksi diam antara lain film bingkai (slide), film rangkai (film strip), overhead proyektor, proyektor opaque, tachitoscope, microprojection dengan microfilm.
a.                   Film Bingkai (Slide)
             
            Film bingkai adalah suatu filam berukuran 35 mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2 x 2 inch terbuat dari karton atau plastic. Selain ukuran tersebut masih ada lagi ukuran yang lebih besar, oversized slides (21/4 x 21/ 2 inch) dan lanterm slide (31/4 x 4 inch). Film bingkai yang lazim dikenal dan akan kita bicarakan sekarang adalah yang berukuran 2 x 2 inch.
            Sebagai suatu program, film bingkai sangat bervariasi. Panjang pendek film bingkai,tergantung pada tujuan yang ingin dicapai dan materi yang ingin disajikan. Ada program yang selesai dalam satu menit, tapi ada pula yang hingga satu jam atau lebih. Namun yang lazim, satu program film bingkai bersuara (sound slide) lamanya berkisar antara 10 sampai 30 menit. Jumlah gambar (frame) dalam satu program pun bervariasi, ada yang hanya 10 buah, tapi ada juga yang sampai 160 buah atau lebih.
            Lamanya tiap gambar disorotkan ke layar tergantung pada kebutuhan, mulai dari satu detik hingga selama waktu yang diperlukan untuk mengkomunikasikan pesan bersangkutan. Bila program tersebut disertai suara yang direkam, biasanya waktu proyeksinya tertentu. Bila tidak, lama proyeksi tergantung pada berapa lama gambar tersebut perlu dilihat. Dilihat dari ada tidaknya rekaman suara yang menyertainya, program film bingkai bersuara termasuk dalam kelompok media audio-visual sedangkan program tanpa suara termasuk dalam kelompok media visual.
            Beberapa keuntungan penggunaan film bingkai sebagai media pendidikan diuraikan dibawah ini:
1)                  Materi pelajaran yang sama dapat disebarkan kseluruh siswa secara serentak.
2)                  Perhatian anak-anak dapat dipusatkan pada satu butir tertentu, sehingga dapat menghasilkan keseragaman pengamatan.
3)                  Fungsi berpikir penonron dirangsang dan dikembangkan secara bebas.
4)                  Film bingkai berada dibawah kontrol guru. Guru bebas menemukan tarkannya kecepatan dan frekuensi putar dapat diatur. Karena yang diproyeksikan adalah gambar-gambar statis maka siswaa dimungkinkan untuk mengamatinya secara seksama serta pemahaman terhadap pelajaran yang bersangkutan bisa optimal.
5)                  Film bingkai baik untuk menyajikan berbagai bidang studi tertentu, dapat digunakan secara kelompok maupun individual, tidak pandang usia.
6)                  Penyimpanannya sangat mudah (praktis).
7)                  Film bingkai dapat mengatasi keterbatasan ruang,waktu dan indra. Peristiwa atau hal-hal yang terjadidi masa lalu atu ditempat yang jauh dpat disajikankeada siswa. Begitu pula objek-objek kecil yang terlalu besar, berbahaya, atauterlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas lewa film bingkai.
8)                  Program film bingkai bersuara dapat menjadi media yang sangat efektif bila ibandingkan dengan meia cetak yang berisi gambar yang sama(walaupun gambar cetak tersebut disusun dalam urutan yang sama, disertai narasi yang sama pula). Ada sesuatu yang seolah-olah menghipnotis audience/penonton sewaku melihat gambar yag diproyeksikan dilayar ditempat yang gelap. Bagian dari objek- objek tertentu yang sukar diamati ddengan mata biasa lewat gambar cetak dapat dengn mudah ditampilkan lewat slide di layar. Gambar yang di proyeksikan di layar tampak lebih hidup.
9)                  Program film bingkai bersuara mudah di revisi/ diperbaiki baik visual maupun audio nya. Dari segi visual, hal ini dapat dilakukan karena tiap gambar terpisah dalam bingkai bingkai tersendiri. Denga demikian, bila ada gambar yang harus ditukar urutan nya, diganti atau di tambah dapat dengan mudah dilakukan. Audio nya juga mudah untuk direvisi, apalagi bila master rekaman nya dibbuat diatas pita rekaman reel to reel ¼ inch bukan dikaset.
10)              Film bingkai dalah media yang relative sederhana/ mudah, baik cara membuat nyamaupun cara menggunakan nya, dibandingkan denga media TV atau film. Biaya nya pun relative murah. Karena kesederhanaan nya, setiap orang yang dapat memotret dapat membuat film bingkai. Layar untuk memproyeksikan gambarnya pun tidak harus layar khusus, tembok yang berwarna teran pun bisa dipakai.
11)              Program dibuat dalam waktu singkat. Lama waktu yang diperlukan tergantung pada waktu untuk melalukan hal-hal berikut.
a)                  Merencanakan produksi atau menulis naskah (1 minggu, 1 hari, 1 jam)
b)                  Menggambar grafis (1 hari, 1 jam)
c)                  Memotret;
d)                 Memproses film
e)                  Memberi bingkai
f)                   Merekam menarasi
Jika proses tersebut lancer, dalam waktu kurang dari seminggu (bahkan dalam satu hari/ kalau diproses sendiri) kita dapat memproduksi program film bingkai bersuara.
Selain kelebihan dan kekurangan tersebut diatas, film bingkai juga mempunyai keterbatasan dan kelemahan yang pelu kita ketahui:
1)                  Seri program film bingkai yang terdiri dari gambar-gambar lepas merupakan kelebihan sekaligus merupakan titik kelemahan. Karena  lepas gambar-gambar tersebut dengan mudah dapat hilang atau tertukar apabila penyimpanannya kurang baik.
2)                  Dibandingkan dengan media audi visual yang lain seperti TV dan film, film bingkai mempunyai kelemahan yaitu hanya mampu menyajikan objek-objek secara diam. Oleh karena itu, media ini kurang begitu efektif bila dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan pelajaran yang bersifat gerakan.
3)                  Bila tidak ada daylight screen, penggunaan program slide suara memerlukan ruangan yang gelap. Bila ruang tak dapat digelapkan (jendela/ventilasi ditutup kain gelap), gambaryang diproyeksikan kurang jelas sehingga penyajian film bingkai kurang memuaskan.
4)                  Dibandingkan dengan gambar, foto, bagan atau papan flannel pembuatan film bingkai jauh lebih mahal biayanya.

b.                  Film Rangkai
Description: http://1.bp.blogspot.com/-KeAlHqXpws0/T969ijoaOeI/AAAAAAAAACE/8aAhc1fxiPg/s320/film-strip.png Berbeda dengan film bingkai, gambar pada film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. Ukuran filmnya sama dengan film bingkai, yaitu 35 mm. Jumlah gambar satu rolfilm rangkai antara 50 sampai dengan 75 gambar dengan panjang lebih kurang 100 sampai dengan 130 cm, tergantung padaisi film itu. Film rangkai memiliki du ukuran gambar yaitu gambar tunggal (single frame) (dengan ukuran 3/44 inci x 1 inci) dan gambar ganda (doble frme) (ukuran 11/2 inci x 1 inci).
Sebagaimana halnya film bingkai,film rangkai bisa tanpa suara bisa pula dengan suara. Suara yang menyertai film ragkai itu dimaksudkan untuk menjelaskan isi. Selaindengan suara yang direkam, penjelasan dapat disampaikan dalam bentuk buku pedoman atau narasi yang ditulis di bawah gambar lalu dibacakan oleh guru atau dibaca oleh siswaa sendiri.
Sebagai media pedidikan film rangkai mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:
1)                  Seperti halnya film bingkai, kecepatan penyajian fim rangkai bisa diatur, dapat ditambah narasi dengan dikontrol oleh guru.
2)                  Semua kelebihan non projected still picture dimiliki oleh film rangkai.
3)                  Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pendidikan yang berbebeda dalam satu rangkai, seperti misalnya: foto, bagan, dokumen, gambar, table, symbol, kartun, dan sebagainya.
4)                  Cocok untuk mengajarkan keterampilan.
5)                  Ukuran gambar sudah pasti karena film rangkai merrupakan satu kesatuan.
6)                  Penyimpanannya mudah, cukup digulung dan dimasukkan kedalam tempat khusus.
7)                  Produksinya dalam jumlah besar relative lebih mudah per gambarnya dibandingkan film bingkai. Film rangkai tak memerlukan bingkai; dan
8)                  Dapat untuk belajar kelompok maupun individual.
Kelemahan pokok film rangkai dibandingkan dengan film bingkai adalah sulit diedit atau direvisi karena sudah merupakan satu rangkaian, sukar dibuat sendiri secara local dan memerlukan peralatan laboratorium yang dapat mengubah film bingkai ke rangkai.
c.                   Media Transparasi
Description: http://3.bp.blogspot.com/-_zK-IpF38nI/T966-7IksKI/AAAAAAAAABs/lHbOpPG4d1c/s320/200875113516653.png  Media transparasi atau overhead tranparancy (OHT) seringkali disebut dengan nama perangkat kerasnya yaitu OHP (overhead projector). Media transparansi adalah media visual proyeksi, yang dibuat diatas  bahan transparan, biasanya film acetate atau plastic berukuran . Sebagai perangkat lunak, bahan transparan yang berisi pesan-pesan tersebut memerlukan alat khusus untuk memproyeksikannya, yaitu OHT.
OHT adalah alat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memproyeksikan transparansi kearah layar. Ada OHP yang menggunakan ukuran transparansi , tapi yang lazim adalah yang berukuran. Berbagai objek atau pesan yang dituuliskan atau digambarkan pada transparansi bisa diproyeksikan lewat OHP, misalnya diagram, peta, grafik, batasan, dan seebagainya.
Sebagai media pendidikan, media transprasi mempunyai kelabihan dan keterbatasan. Kelebihan mesia transparasi antara lain:
1)                  Gambar yang diproyeksikan lebih jelas disbanding gambar dipapan. Ruangan tak perlu digelapkan, sehingga siswa dapat melihatnya sambil mencatat.
2)                  Guru sambil mengajar dapat berhadapan dengan siswa.
3)                  Benda-benda kecil dapat diproyeksikan hanya dengan meletakannya diatas OHP, walaupun hasilnya berupa bayang-bayang.
4)                  Memungkinkan penyajian diskriminasi warna dan menarik minat-minat siswa
5)                  Tak memerlukan tenaga bantuan operator dalam menggunakan OHP Karen mudah dioperasikan
6)                  Lebih sehat dariipada papan tulis
7)                  Praktis dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas ruangan
8)                  Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan, terutama untuk proses yang kompleks dan bertahap.
9)                  Menghemat tenaga dan waktu karena dapat dipakai berulang-ulang.
10)              Sepenuhnya dibawah kontrol guru.
11)              Dapat dipakai sebagai petunjuk sistematika penyajian guru, dan apabila menggunakan bingkai, catatan-catatan tambahan untuk mengingatkan si guru dapat dibuat diatasnya.
12)              Dapat menstimulasi efek gerak yang sederhana dan warna pada proyeksinya dengan menambahkan alat penyajian tertentu.
Sekalipun banyak kelebihan, media transparansi, memiliki beberapa keterbatasan/kelemahan antara lain:
1)                  Transparansi memerlukan peralatan khusus untuk memproyeksikan (OHP) sedang OHP itu sendiri kadang-kadang sulit dicari suku cadangnya ditempat-tempat tertentu.
2)                  Transparansi memerlukan waktu,usaha dan persiapan yang baik, lebih-lebih kalau menggunakan teknik penyajian yang kompleks.
3)                  Karena lepas, transparasi menurut cara kerja yang sistematis dalam penyajiannya. Bila tidak penyajian bisa kacau.
4)                  Jika teknik pemanfaatan serta potensinya kurang dikuasai ada kecenderungan OHP dipakai sebagai pengganti papan tulis dan siswa cenderung bersikap pasif.

d.                  Description: http://4.bp.blogspot.com/-egTy9MiDFVc/T968Kr0l3HI/AAAAAAAAAB0/YwE08IXX9Tg/s1600/dp60.pngProyektor Tak Tembus Pandang (Opaque Projector)
 Proyektor tak tembus pandang adalah alat untuk memproyeksikan bahan bukan transparan, tetapi bahan-bahan tidak tembus pandang (opaque). Benda-benda terrsebut adalah benda datar, tiga dimensi seperti mata uang, model, serta warna dan anyaman dapat diproyeksikan.
Kelebihan proyektor tak tembus pandang sebagai media pendidikan ialah bahan cetak pada buku, majalah, foto, grafis, bagan, diagram, atau peta dapat diproyeksikan secara langsung tanpa dipindahkan kedalam transparan terlebih dahulu. Jadi benda tersebut sangat memudahkan kita. Selain itu, kelebihan proyektor tak tembus pandang adalah:
1)                  Dapat digunakan untuk hampir semua bidang studi yang ada di kurikulum
2)                  Dapat memperbesar benda kecil menjadi sebesar papan, sehingga bahan yang semula hanya untuk individu jadi untuk seluruh kelas
Kelemahannya ialah, bahwa proyektor tembus pandang tidak seperti OHP, harus digunaka diruang yang gelap.
e.                   Mikrofis
Mikrofis atau microfiche ialah lembaran film transparan terdiri dari lambang-lambang visual (grafis maupun verbal) yang diperkecil sedemikian rupa sehingga tak dapat dibaca dengan mata telanjang. Ukurannya ada beberapa macam, bisa 3 x 5 inci, 6 x 8 inci, atau 4 x 6 inci.
Secara umum, mikrofis termasuk kelompok media bentuk kecil. Secara fisik gulungan microform tersebut dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu menggunakan film 16 mm atau 35 mm, dalam bentuk kaset atau terbuka dan yang berbentuk lembaran yaitu yang kita kenal dengan mikrofis.
Keuntungan terbesar dari alat ini ialah dapat menghemat ruangan. Halaman cetak yang besar dapat diringkas dalam bentuk film yang baik dengan perbandingan 1:12 yang selanjutnya bisa dikembalikan lagi kebentuk semula dengan memproyeksikan ke layar.
Misalnya microcard sebagai salah satu variasi mikrofis dapat meringkas 50 halaman buku biasa kedalam satu lembar kartu ukuran 3 inci x 5 inci. Dengan microcard reader yang khusus kartu tersebut dapat dibaca dengan jelas. Keuntungan mikrofis yang lain ialah:
1)                  Mudah dikopi cetak, dan di duplikasi dengan biaya yang relative murah
2)                  Bisa diproyeksikan ke layar lebar
3)                  Karena dalam bentuk lembaran, ringkas, hemat tempat, dan praktis untuk dikirim
4)                  Informasi kepustakaan yang terletak dibagian atas lembaran mudah untuk diidentifikasi.
Kelemahan mikrofis yang perlu diperhatikan adalah:
1)                  Pembuatan masternya mahal.
2)                  Mudah hilang
3)                  Bila telah banyak, sulit memfilenya sehingga mudah salah masuk filing.

f.                   Film
Description: https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTDdgpm3i1rhhT8bav1uTQSjq1t4-b46btFZQ2bf3aag4SC8Ky4eXt-z_U Film merupakan media yang amat besar kemampuannya dalam meembantu proses, belaja mengajar. Ada tiga macam ukuran film yaitu 8 mm, 16 mm,  dan 35 mm. Jenis pertama biasanya untuk keluarga, tipe 16 mmtepat untuk di pakai di sekolah sedang yang terakhir biasanya untuk komersial. Film 8 mm karena gambarnya yang kecil bisa dipakai untuk sekelompok anak kecil atau secara perseorangan. Bentuk yang lama biasanya bisu. Suara disiapkan tersendiri dalam rekaman yang terpisah. Sebuah film terdiri dari ribuan gambar. Kecepatan putar film yang 16 mm, yang bisua adalah 16 gambar per detik, yang bersuara 24 gambar per detik. Tiap reel film 16 mm yang standar, panjangnya lebih kurang 400 kaki dan terdiri dari kurang lebih 1600 gambar.karena kecepatan putar film suara tiap detiknya 24 gambar ( 36 kaki per menit), lama putar seluruh reel bersuara adalah 10 – 11 menit, sedang untuk yang bisu lebih kurang 15 menit.
Sebagai suatu medis, film memiliki keunggulan – keungggulan berikut ini.
1)               Film merupakan suatu denominator belajar yang umum. Baik anak yang cerdas maupun yang lamban akan memperoleh sesuatu dari film yang sama. Keterampilan membaca atau penguasaan bahasa yang kurang, bisa diatasi dengan menggunakan film.
2)               Film sangat bagus untuk menerangkan suatu proses. Gerakan – gerakan lambat dan pengunggulan – pengunggulan akan memperjelas uraian dan ilustrasi.
3)               Film dapat menampilkan kembali masa lalu dan menyajikan kembali kejadian – kejadian sejarah yang lampau.
4)               Film dapat mengembara dengan lincahnya dari satu Negara ke Negara yang lain, horizon menjadi amat lebar, dunia luar dapat dibawa masuk kelas.
5)               Film dapat menyajikan baik teori maupun praktik dari yang bersifat umum ke khusus atau sebaliknya.
6)               Film dapat mendatangkan seorang ahli dan memperdengarkan suaranya di kelas.
7)               Film dapat menggunakan teknik – teknik seperti warna, gerak, lambat, animasi, dan sebagainnya untuk menampilkan butir – butir tertentu.
8)               Film memikat perhatian anak.
9)               Film lebih realistis, dapat diulang – ulang, dihentikan, dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Hal – hal yang abstrak menjadi jelas.
10)           Film bisa mengatasi keterbatasan daya indera kita ( pengelihatan )
11)           Film dapat merangsang atau memotovasi kegiatan anak – anak.
Sekalipun banyak kelebihannya, film memiliki kelemahan antara lain harga / biaya produksi  relatif mahal, film tak dapat mencapai semua tujuan pembelajaran, penggunaannya perlu ruang gerak.
g.                  Televisi (TV)
Description: Definisi Dan Jenis Penerima Televisi,definisi Penerima Televisi,jenis Penerima Televisi,teori v,pengertian Penerima Televisi,materi v,dasar Penerima Televisi,karateristik Penerima Televisi,tipe Penerima Televisi,format Penerima Televisi,tipe Penerima Televisi,sejarah Penerima Televisi,penemu Penerima Televisi,awal mula Penerima Televisi,penemuan Penerima Televisi,Penerima Televisi tabung,Penerima Televisi hitam putih,Penerima Televisi warna,pesawat Penerima Televisi,mengenal,dasar Penerima Televisi,warna dasar Penerima Televisi,jenis jensi Penerima Televisi,televisi,TV,pesawat televisi,pesawat tv,penemu televisi,sejarah tv,proses penerimaan televisi,tahun penemuan televisi,sistem pesawat tv             Selain film, televisi adalah media yang menyampaikan pesan – pesan pembelajaran secara audio – visual dengan disertai unsur gerak. Dilihat dari sudut jumlah penerima pesannya, televisi tergolong kedalam media massa. Sebagai media pendidikan, televise mempunyai kelebihan – kelebihan sebagai berikut.
1)               TV dapat menerima, menggunakan dan merubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikannya dengan tujuan – tujuan yang akan dicapai;
2)               TV marupakan medium yang menarik, modern dan slalu siap diterima oleh anak – anak  karena mereka memganalnya sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah mereka;
3)               TV dapat memikat perhatian sepenuhnya dari penoonton, seperti halnya film, TV menyajikan informasi visual dan lisan secara simultan;
4)               TV mampunyai realitas dari film tapi juga mempunyai kelebihan yang lain yaitu immediacy ( objek yang baru saja ditangkap kamera dapat segera dipertontonkan);
5)               Sifatnya langsung dan nyata. Dengan TV siswa tau kejadian – kejadian mutakhir, mereka bisa mengadakan kontak dengan orang – orang besar atau terkenal dalam bidangnya, melihat dan mendengarkan mereka berbiicara;
6)               Horizon kelas dapat diperlebar dengan TV. Batas ruang dan waktu dapat dibatasi;
7)               Hampir setiap mata pelajaran bisa di TV-kan;
8)               TV dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam hal mengajar;
Beberapa kelemahan atau keterbatasan TV antara lain :
1)                  Harga pesawat TV relatif murah;
2)                  Sifat komunikasinya hanya satu arah;
3)                  Jika akan dimanfaatkan dikelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran sekolah sering kali sulit disesuaikan;
4)                  Program diluar kontrol guru;
5)                  Besarnya gambar dilayar relatif kecil dibanding dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkan terbatas.
            Selain sebagai media masa, kita mengenal adanya program Televisi Siaran Terbatas (TVST) atau Closed Circuit Television. Pada TVST sebagai suatu sistem distribusi TV alat pengirim dan alat penerima secara fisik dihubungkan dengan kabel. Hubungan itu bisa antara sebuah kamera dan alat penerima diruangan yang sama; bisa pula beberapa kelas dihubungkan dengan satu sumber ruang yang sama; bisa pula beberapa kelas dihubungkan dengan satu sumber yang sama; sehingga penonton serentak dapata mengikuti program yang disiarkan.
            Kelebihan TVST sebagai media pendidikan adalah:
1)                  Dapat dikontro oleh guru. Guru tahu persis apa yang dibutuhkan siswanya, karena itu relevansinya bisa dijamin jadwal dan bahkan buku pegangan bisa disesuaikan/dimasukkan dalam program;
2)                  Dapat memanfaatkan sumber-sumber daerah dan kepentingan daerah;
3)                  Memberi kesempatan yang sama kepada murid-murid sekolah didaerah lingkup TVST bersangkutan. Kekurangan sarana, fasilitas dan guru-guru yang baik dapat diatasi dengan penampilan guru-guru ahli di TVST;
4)                  Membuat guru menjadi bagian dari suatu tim belajar mengajar. Jika dia merasa diikut sertakan dalam mempersiapkan program sejak semula pastilah dia menanggapi program TVST secara positif.siaran TV pusat seringkali mengabaikan kondisi masing-masing kelas;
5)                  Membantu mengatasi problem kekurangan guru yang bermutu;
6)                  Dapat melatih guru meningkatkan kemampuan profesi, metode serta teknik mengajarnya.

i.                    Video
            Video, sebagai media audio-visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta (kejadian/peristiwa penting, berita) maupun fiktif ( seperti misalnya ceritera), bisa bersifat informatif edukatif maupun intruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Masing-masing mempunyai kelebihan dan keterbatasannya. Kelebihan video antara lain:
1)                  Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari ransangan luar lainnya;
2)                  Dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli/ spesialis;
3)                  Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga pada waktu mengajar guru bisa memusatkan perhatian pada penyajiannya;
4)                  Menghemat waktu dan rekaman dapat diputar berulang-ulang;
5)                  Kamera TV bisa mengamati lebih dekat objek yang sedang bergerak atau objek yang berbahaya seperti harimau;
6)                  Keras lemah suara yang ada bisa diatur dan disesuaikan bila akan disisipi komentar yang akan didengar;
7)                  Gambar proyeksi bisa di-“beku”-kan untuk diamati dengan seksama. Guru bisa mengatur dimana dia akan menghentikan gerakan gambar tersebut; kontrol sepenuhnya ditangan guru; dan
8)                  Ruang tak perlu digelapkan waktu menyalakannya.
            Hal-hal yang negatif yang perlu diperhtikan sehubungan dengan penggunaan alat perekam pita video dalam proses belajar mengajar adalah :
1)                  Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang dipraktikan;
2)                  Description: http://bustangbuhari.files.wordpress.com/2011/12/photo0556.jpg?w=300&h=225Sifat komunikasinya bersifat satu arah dan harus diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik lainnya;
3)                  Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna; dan
4)                  Mememrlukan peralatan yang mahal dan kompleks.

j.                    Permainan dan simulasi
 Apayang disebut dengan permainan (games) adalah setiap kontes antara para pemain yang berinteraksi satu sama lain dengan mengikutib aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pula.
Setiap permainan harus mempunyai empat komponen utama, yaitu:
1)                  Adanya pemain;
2)                  Adanya lingkungan dimana para pemain berinteraksi;
3)                  Adanya aturan-aturan main; dan
4)                  Adanya tujuan tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Simulasi permainan, ada lagi istilah simulasi dan permainan peran (role playing) dan permainan-simulasi. Keempat istilah tersebut berbeda satu sama lain. Simulasi adalah suatu model hasil penyederhanaan suatu realitas. Selain harus mencerminkan situasi yang sebenarnya, simulasi harus bersifat operasional. Artinya simulasi menggambarkan proses yang sedang berlangsung. Maket sebuah bangunan adalah model dari bangunan yang sebenarnya tapi bukan simulasi karena tidak untuk menggambarkan proses.
Simulasi dapat bersifat fisik (misalnya simulasi ruangan pengemudi pesawat terbang), verbal (misalnya simulasi untuk pelajaran membaca permulaan) ataupun matematis (untuk mengajarkan sistem ekonomi).
Permainan simulasi menggabungkan unsur-unsur permainan dan simulasi yaitu adanya setting, permainan, aturan, tujuan, dan penyajian model situasi sebenarnya. Permainan peran ( role playing)  berbeda dari yang lain karena memiliki ketiga komponen yaitu :
1)                  Adanya skenario atau lingkungan tempat terjadinya tindakan-tindakan;
2)                  Adanya sejumlah peran dengan berbagai karakter yang harus dibawakan;
3)                  Adanya masalah yang harus dipecahkan oleh pemegang-pemegang peran tersebut.
Sekalipun berbeda-beda, semuanya dapat dikelompokan kedalam satu istilah yaitu permainan.
Berdasarkan aturannya,permainan dapat dibedakan menjadi dua yaitu permainan yang aturannya ketat (misalkan catur) dan aturannya luwes (misalnya permainan peran). Atas dasar sifatnya, permainan dibedakan atas permainan yang kompetitifdan yang non kompetitf. Permainan yang kompetitif mempunyai tujuan yang jelas dan pemenang dapat diketahui secara cepat. Sebaliknya permainan yang non kompetitif tidak mempunyai pemenang sama sekali karena pada hakikatnya permainan kompetisi dengan system permainan itu sendiri.
Sebagai media pendidikan, permainan mempunyai beberapa kelebihan berikut ini.
1)                  Permainan adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan dan sesuatu yang menghibur. Permainan menjadi menarik sebab didalamnya ada unsur kompetisi, ada keragu-raguan karena kita tak tahu sebelumnya siapa yang akan menang dan kalah.
2)                  Permainan memungkinkan adanya partisipasi aktif dari siswa untuk belajar. Seperti kita ketahui, belajar yang baik adalah belajar yang aktif. Permainan mempunyai kemampuan untuk melibatkan siswa dalam proses belajar secara aktif. Dalam kegiatan belajar yang menggunakan permainan, peranan guru atau tutor tidak kelihatan tetapi interaksi antar siswa menjadi lebih menonjol. Disini setiap siswa belajar menjadi sumber belajar bagi sesamanya. Seringkali masalah-masalah yang mereka hadapi meraka pecahkan sendiri terlabih dahulu. Bila mereka tidak bisa baru menanyakan kepada guru. Karena interaksi seperti ini meraka jadi menngetahui kekuata masing-masing dan dapat memanfaatkannya. Guru dapat benar-benar berperan sebagai fasilitator proses belajar di kelompok belajar.
3)                  Permainan dapat memberika umpan balik langsung. Umpan balik yang secepatnya atas apa yang kita lakukan akan memungkinkan proses belajar jadi lebih efektif. Umpan balik tersebut akan memberitahukan apakah yang kita lakukan tersebut benar, salah, meguntungkan atau merugikan. Bila memberikan hasil positif tindakan tersebut bisa dilakukan namun bila hasilnya negative tentu saja patut dihindari. Setiap siswa belajar tidak hanya dari pegalamannya sendiri tetapi juga dari pengalamannya orang lain.
4)                  Permainan memungkinkan penerapan konsep-konsep atau peran-peran kedalam siuasi dan peranan yang sebenarnya di masyarakat. Keterampilan yang dipelajari lewat permainan jauh lebih mudah untuk diterapkan diterapkan dikehidupan nyata sehari-hari dari pada keterampilan-keterampilan yang diperoleh lewat penyampaian pelajaran secara biasa. Hal ini disebabkan oleh uraian di bawah ini:
a)                  Permainan memberi kesempatan pada siswa untuk mempraktikkan tingkah laku yang nyata, tidak hanya mendiskusikannya.
b)                  Tidak sulitnya megkaitkan permainan ke situasi setempat membuat pengalihan dari apa yang dipraktekan ke kehidupan nyata lebih mudah.
c)                  Permainan bersifat luwes. Salah satu sifat permainan yang menonjol adalah keluwesannya. Peermainan dapat dipakai untuk berbagai tujuan pendidikan dengan mengubah sedikit demi sedikit alat, aturan maupun persoalannya. Permainan dapat dipakai untuk:
·         Mempraktikan keterampilan membaca dan berhitung sederhana. Tujuan pemberantasan buta aksara dan buta angka untuk orang dewasa atau pelajaran membaca, menulis, permulaan serta matematika adalah yang paling lazim dikitkan dengan permainan.
·         Mengajarkan system sosial dan ekonomi. Dengan permainan, siswa dapat dilatih berbagai kemampuan membuat keputusan seperti merencanakan, mengorganisasikan informasi dan sebagainya.
·         Membantu siswa belajar meningkatkan kemampuan komunikatifnya: memahami pendapat orang lain, memimpin diskusi kelompok yang efektif dan sebagainya.
·         Membantu siswa yang sulit belajar dengan metode tradisional. Keluwesan tersebut berarti dapat mengadaptasikan permainan ke kondisi-kondisi khusus yang ada.
d)                 Permainan dapat dengan mudah dibuat dan diperbanyak. Membuat permainan yang baik tidak memerlukan seorang ahli. Guru ataupun siswa sendiri dapat membuatnya. Bahan-bahannya pun tidak perlu mahal. Bahan-bahan bekas pun dapat dipakai. Bahkan banyak permainan yang tidak memerlukan peralatan sama sekali. Mahalnya bahan atau biaya membuat permainan bukanlah ukuran baik jeleknya suatu permainan.
Sebagaimana halnya media-media yang lain, permainan dan simulasi mempunyai kelemahan atau keterbatasan yang patut untuk dipertimbangkan antara lain:
1)                  Karena asyik, atau karena belum mengenai aturan/teknis pelaksanaan
2)                  Dalam mensimulasikan situasi sosial permainan cenderung terlalu menyederhanakan konteks sosialnya sehingga tidak mustahil siswa justru memperoleh kesan yang salah
3)                  Kebanyakan permainan hanya melibatkan beberapa orang siswa saja padahal keterlibatan seluruh siswa amatlah penting agar proses belajar bisa lebih efektif dan efisien.

2.3              Karakteristik Media Pembelajaran Menurut Gerlach dan Ely
Gerlach dan Ely mengemukakan  tiga karakteristik media berdasarkan petunjuk penggunaan media pembelajaran untuk mengantisipasi kondisi pembelajaran di mana guru tidak mampu atau kurang efektif dapat melakukannya. Ketiga karakteristik atau ciri media pembelajaran tersebut adalah:
1.                  Ciri fiksatif
Yaitu yang menggambarkan kemampuan media untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek;
2.                  Ciri manipulative
Yaitu kamampuan media untuk mentransformasi suatu obyek, kejadian atau proses dalam mengatasi masalah ruang dan waktu. Sebagai contoh, misalnya proses larva menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan waktu yang lebih singkat (atau dipercepat dengan teknik time-lapse recording). Atau sebaliknya, suatu kejadian/peristiwa dapat diperlambat penayangannya agar diperoleh urut-urutan yang jelas dari kejadian/peristiwa tersebut;
3.                  Ciri distributif,
Yang menggambarkan kemampuan media mentransportasikan obyek atau kejadian melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian itu disajikan kepada sejumlah besar siswa, di berbagai tempat, dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian tersebut.










BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Penarapan Media
Media pembelajaran merupakan alat bantu pada kegiatan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar tersebut akan lebih maksimal. Media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran, dapat mempengaruhi efektivitas pada kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapatkan perhatian guru sebagai fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, tiap-tiap pendidik perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Karakteristik merupakan suatu sifat yang khas yang melekat pada seseorang atau objek. Jadi, karakteristik media pembelajaran adalah suatu sifat yang melekat pada media pembelajaran yang berupa alat bantu untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran.
Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, diantaranya terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar bagi guru sebagai pendidik, kesulitan untuk mencari model dan jenis media yang tepat, ketiadaan biaya yang sebagian di keluhkan, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap pendidik telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan mengenai media pembelajaran.
3.2  Karakteristik Media dan Penempatannya pada Kegiatan Pembelajaran
1.      Media Grafis
a.       Gambar/foto
Pada jenjang pendidikan dasar kelas IV pada materi bilangan digunakan media grafis dengan jenis gambar/foto,dikarenakan karakteristik gambar bersifat konkret dan mudah dipahami.
b.      Sketsa
Pada jenjang pendidikan dasar kelas V pada materi bangun ruang digunakan media grafis dengan jenis sketsa,dikarenakan jenis sketsa ini dapat menjelaskan secara real tentang bagian-bagian dari bangun ruang tersebut sehingga siswa lebih memahaminya.
c.       Diagram
Pada jenjang pendidikan dasar kelas VI pada materi pengolahan data digunakan media grafis dengan jenis diagram,dikarenakan jenis diagram dapat memudahkan siswa dalam membaca data.
d.      Bagan
Pada jenjang pendidikan dasar kelas IV pada materi KPK dan FPB digunakan media grafis dengan jenis bagan,dikarenakan selain dapat dimengerti siswa sederhana tidak rumit.
e.       Grafik
Pada jenjang pendidikan dasar kelas VI pada materi sekala perbandingan digunakan media grafis dengan jenis grafik,dikarenakan lebih mudah untuk menganalisis data yang disajikan,jelas,menarik dan ringkas.
f.       Kartun
Pada jenjang pendidikan dasar kelas IV pada materi pecahan digunakan media grafis dengan jenis kartun,dikarenakan dapat menyampaikan materi secara cepat dan ringkas.
g.      Poster
Pada jenjang pendidikan dasar kelas V pada materi operasi hitung bilangan bulat digunakan media grafis dengan jenis poster,dikarenakan jenis poster ini dapat menyampaikan materi secara jelas dan sederhana.
h.      Peta dan Gelobe
Pada jenjang pendidikan dasar kelas VI pada materi skala dan perbandingan digunakan media grafis dengan jenis peta dan gelobe,dikarenakan dapat menggambarkan permukaan bumi,data-data pengukuran tentang ukuran luas daerah.
i.        Papan planel
Pada jenjang pendidikan dasar kelas VI pada materi bangun ruang digunakan media grafis dengan jenis papan planel,dikarenakan penyajiannya dan membuat sajian materi lebih efesien.
j.        Papan buletin
Pada jenjang pendidikan dasar kelas VI pada materi bangun ruang digunakan media grafis dengan jenis papan buletin, dikarenakan penyajiannya dan membuat sajian materi lebih efesien.
2.      Media Audio
a.       Radio
Pada jenjang pendidikan menengah pertama kelas VII pada materi aljabar tentang persamaan linear, digunakan media audio dengan jenis radio, dikarenakan penyajiannya dan membuat sajian materi lebih praktis.
b.      Alat Perekam Pita Magnetik
Pada jenjang pendidikan menengah atas kelas X pada materi logika matematika, digunakan media audio dengan jenis alat perekam pita magnetik, dikarenakan penyajiannya dan membuat sajian materi lebih praktis.
c.       Laboratorium
Jenis ini sering sekali dipakai pada semua jenjang pendidikan, karena pada laboratorium memuat berbagai macam media sesuai materi yang digunakan.
3.      Media Proyeksi Diam
a.       Film bingkai
Pada jenis film bingkai, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada setiap jenjang pendididkan. Namun film bingkai kini sudah sangat jarang sekali ditemui.
b.      Film Rangkai
Pada jenis film rangkai, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada setiap jenjang pendididkan. Namun film bingkai kini sudah sangat jarang sekali ditemui.
c.       Media Transparasi
Pada jenis media ini, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada jenjang menengah atas. Namun media transparasi kini sudah sangat jarang sekali ditemui, seiring berkembangnya zaman.
d.      Proyektor Tak Tembus Pandang
Pada jenis ini, dapat digunakan pada berbagai materi tertentu yang menggunakan benda yang tidak transparan contohnya uang logam dll.
e.       Microfis
Pada jenis ini, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada setiap jenjang pendididkan. Namun microfis  kini sudah sangat jarang sekali ditemui seiring berkembangnya zaman.
f.       Film
Pada jenis film, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada setiap jenjang pendididkan, karena film dapat memikat perhatian peserta didik, sehingga apa yang disampaikan mudah dipahami.
g.      Film gelang
Pada jenis film gelang, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada setiap jenjang pendididkan.
h.      Televisi
Pada jenis ini, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada setiap jenjang pendididkan, karena sifatnya langsung dan nyata.
i.        Video
Pada jenis ini, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada setiap jenjang pendididkan, karena dapat menarik perhatian siswa dan dapat mengefektifkan waktu, sehingga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisien.
j.        Permainan dan simulasi
Pada jenis permainan dan simulasi, dapat digunakan pada berbagai materi pelajaran pada jenjang pendidikan dasar karena jenis ini dapat menarik perhatian siswa agar siswa tidak merasa jenuh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.





BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
            Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapaitujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar melakukan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.
                                    Secara etimologis, istilah karakteristik tafsir merupakan susunan dua kata yang terdiri dari kata; karakteristik dan tafsir. Istilah karakteristik diambil dari bahasa Inggris gggsyakni characteristic, yang artinya mengandung sifat khas. Ia mengungkapkan sifat-sifat yang khas dari sesuatu. Dalam kamus lengkap psikologi karya Chaplin, dijelaskan bahwa karakteristik merupakan sinonim dari kata karakter, watak, dan sifat yang memiliki pengertian di antaranya:
1.      Suatu kualitas atau sifat yang tetap terus-menerus dan kekal yang dapat dijadikan cirri untuk mengidentifikasikan seorang pribadi, suatu objek, suatu kejadian.
2.      Intergrasi atau sintese dari sifat-sifat individual dalam bentuk suatu untas atau kesatuan.
3.      Kepribadian seeorang, dipertimbangkan dari titik pandangan etis atau moral.
                        Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya (Briggs, 1977). Kemudian menurut National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.


B.            Saran

Menurut kami pihak sekolah harus lebih meperhatikan sarana dan prasarana sekolah,apalagi mengenai media pembelajaran yang ada karena dengan media pembelajaran akan memudahkan siswa untuk memahami materi-materi pembelajaran yang di sampaikan oleh guru.